feedburner

Selamat Datang
Di :
Blog Rajz Hidup Baru
Rajz_HB Comunity

WANITA DAN AIR MATA


WANITA DAN AIR MATA
Indahnya Kejadian Wanita...Wanita Dan Air Mata... buat pertama kalinya aku menulis di sini. Mengapa??? aku sendiri tidak tahu mengapa...mungkin disebabkan tajuknya berkaitan WANITA...aku sedikit teruji utk memberikan pendapat..
Sebut sahaja WANITA DAN AIR MATA...aku sendiri tidak dapat memahami diri aku sebgai seorang wanita.. Kadangkala aku akn menangis sepanjang malam disebabkan oleh perkara2lama yg sudah berlalu....mengenangkan cinta pertama yg kecundang.....mengenangkan cinta yg tidak pernah kesampaian...mengenangkan dosa yg dilakukan.....mengenangkan dosa terhadap ibu bapa....
Kadangkala pula, hal yg begitu sedih berlaku...aku langsung tidak menangis!!!! MENGAPA???? Adakah jika wanita menangis dihadapan org membuktikan bahawa wanita itu telah tewas dan mengundang simpati org????
Seseorg pernah bertanya kpd aku...Mengapa Wanita Suka Menangiss...dia tidak mengerti???? Sikit2 menangis, dimarah sikit menangis, diberikan hadiah menangis, berlaku hal sedih menangiss...Dan jawapan yg aku berikan ialah...Kamu tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti... dan sememamngnya lelaki tidak akn memahami perkara ini krn wanita itu sendiri tidak dapat memahami mengapa dia perlu menangis......
kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk tubuh yang ditampilkan, atau bagaimana dia menyisir rambutnya "Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada..."
Apabila ditinggalkan kekasihnya.....Wanita itu menangis krn cintanya telah didusta. dia menangis krn hati kekasihnya telah berubah...dia menangis krn cintanya yg ikhlas telah dipermainkan....
Apabila suaminya dilanda musibah....Wanita itu menangis didalam hatinya. tidak didepan suaminya krn hatinya pilu melihat kemurungan suami dan hatinya luka melihat suaminya perlu bekerja keras demi keluarga....
Apabila ibu dan ayahnya menyambut panggilan Ilahi..... Semua wanita akn mengalirkan air mata mereka. bukan sehari, bukan seminggu, bukan sebulan, malah bertahun lamanya... ibu dan ayh merupakan hubungan istimewa yg Allah ciptakan...
Apabila dirinya di ijab dan kabul...Wanita itu menangis kerana dirinya akn meninggalkan ibu bapanya. Dia menangis kerana dirinya akn diserahkan kepada lelaki yg dicintainya. Dan masa depannya pula belum diketahuinya lagi...
Air mata wanita melambangkan perasaannya...apabila dia menangis, itulah perasaanya yg ikhlas tatkala itu..air mata tidak berbohong wahai kaum adam. Seorang wanita itu tidak akn menangis jika hatinya tidak terluka atau tersentuh akan sesuatu hal. Air mata akan berguguran seiring dengan perasaannya... Titisan air mata wanita itu melambangkan Keikhlasan, Kejujuran, Kesedihan, Kegembiraan, Kepasrahan, Ketakutan, Kejujuran, Kecurangan, Pendustaan, Kepercayaan, Kesetiaan, Kekuatan, dan Kesucian....
Mengapa harus ada air mata???? Semua wanita memamng menangis tanpa ada alasan yg munasabah...Setelah puas aku berfikir, sedikit demi sedikit mulai aku fahami, sebenarnya airmata wanita adalah AIR MATA KEHIDUPAN.....

Air mata kekuatan, untuk melahirkan bayi dari rahimnya. Airmata kehangatan bagi bayi dalam dakapan lembutnya. Airmata yang peka dan kasih untuk mencintai dan merawat semua anak dan keluarga, dalam kaadaan apapun, dan dalam situasi bagaimanapun. Walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa mengeluh. Padahal tak jarang orang-orang yang dicintai itu menyakiti perasaan dan melukai hatinya.
Air mata ketabahan, atas kesedarhanaan hidup namun tak membuatnya terasing dalam pergaulan. Apalagi sampai mengurangi husnuzhannya terhadap Allah. Airmata ketegaran, saat rumah tangga melewati masa-masa pancaroba, atau hampir karam oleh badai cubaan. Seperti tangisan bahagia Khansa’ atas wafatnya suami dan tiga putera tercinta di medan jihad, syahid demi membela kekasih sejati: Muhammad SAW. Itulah airmata keperkasaan, pantang menyerah saat melalui masa-masa sulit. Kesusahan dan ujian itu membentuk kepribadian yang kuat dan teguh.
Air mata kesucian, sebagaimana tangisan Aisyah ra ketika dituduh berselingkuh oleh kaum munafik. Sehingga menimbulkan percakapan negatif dikalangan umat Islam bahkan Rasul pun hampir terpengaruh. Tapi Allah maha tahu. Airmata kesucian itu dikukuhkan kebenarannya oleh al-Qur’an.
Air mata yang bersumber dari mata air kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal-hal yang mengusik hati nurani. Tangisannya bukan karena kelemahan tapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki. Wanita berfikir dengan hati dan merasa dengan fikirannya....
Sesungguhnya...wanita dan air mata memang tidak dapat dipisahkan... tetapi wahai kaum hawa, menangislah utk perkara yg membawa kebaikan kepadamu. jgn lah menangis utk perkara yg akan menambahkan lagi kedukaanmu... menangislah jika rasa ingin menangis...walau seteguh mana pun jiwa mu itu, air mata tetap akan menjadi temanmu sama ada dihadapan sahabat, keluarga atau dibelakang mereka...air matamu pasti akn berguguran jua....
Wanita dan air mata tidak dapat dipisahkan..kerana arti setitis airmata amatlah berharga dalam hidupnya.. jadilah diri mu wahai wanita.. muslimah sejati.. yang suci dan berharga..hiasi peribadi dengan akhlak yang mulia .. biarlah airmata yang mengalir itu adalah airmata suci dan diberkati disisi Allah SWT…
 Barangkali lelakilah, manusia yang paling miskin khazanah nuansa emosional. Realiti sosial secara sistematik membuat jurang yang ketat antara lelaki dengan airmata. Bahkan dalam kamus hidupnya airmata terlanjur dipersepsikan sebagai ekspresi kemanjaan dan kelemahan. Tengoklah kata, “Diam! Kamu laki-laki, jangan menangis.” Atau “dasar laki-laki lembek, sana nangis dibelakang kebaya ibumu!”
 Tiba-tiba setelah berumah tangga ia harus serumah dengan wanita, seorang insan yang sering memakai bahasa airmata. Pada banyak kaadaan dan situasi serta boleh jadi airmata itu akan mengalir terus seolah tanpa batas. Maka disanalah bermula perjalanan misteri yang penuh kejutan.
 Pertama melihat airmata, ketika upacara ijab Kabul berlangsung. Entah mengapa ada titis-titis bening merebak, membasahi mata gadis pilihannya. Susah payah ia menepis bayang-bayang hitam: “apakah wanita itu menyesal menikah dengan ku? Kalau tidak, mengapa harus ada airmata?”
 Kenapa mata si isteri sembab berlinang air ketika kepala suami berlumuran darah jatuh dari motor? Sementara ia sendiri merasa biasa-biasa saja. Mengapa matanya berkaca-kaca melepas rindu setelah lama berpisah? Sedangkan ia malah tertawa-tawa.
 Si isteri menangis setelah melahirkan bayi yang telah lama dinanti. Susah payah suami memujuk, tapi dia keras kepala. Terus menangis, hingga kemudian berhenti sendiri. Sebagai suami pada mulanya ia belum bersedia menerjemahkan bahasa airmata dengan sempurna. Betapa rumit mememikirkan secara logik untuk menerima saat wanita menitiskan airmata, sambil memeluk bayi yang demam panas. Padahal ubat penawar baru saja selesai diberikan. Apakah airmata dapat mengurangi sakit?
 Tapi anehnya, wanita tidak menitiskan airmata ketika suami di buang kerja, saat harus pindah dari rumah sewa, susu bayi tiada, atau dapur yang mulai jarang berasap. Isteri tidak menangis bila tiga tahun menikah belum sepasang baju baru dihadiahkan oleh suami tercinta. Atau peringatan ulang tahun perkawinan yang disambut cukup dengan makan nasi dingin. Rumah sewa yang sering dilanda banjir. Bahkan ketika dia “terpaksa” ikut serta memeras keringat menampung ekonomi keluarga yang serba kurang.
 Alhasil walaupun berumah tangga, bukannya tambah faham arti airmata bahkan membuatnya tambah bingung, hairan bercampur takut. Ternyata sungguh rumit mengurai harga airmata wanita dengan rasionalistik semata. Sebagai suami ia menyadari kewajipannya mendidik , membina dan mencintai isteri. Maka mahu tidak mahu ia harus menyelami kehidupan emosional dan ciri-ciri perasaan wanita, termasuk dimensi airmata.
 Walau ia sesali juga mengapa tidak ada mata kuliah hikmah airmata? Mana referensi, buku-buku, atau hasil penelitian yang mengkaji makna titisan halus dari pelupuk mata? Pernah ia berkira-kira dan terfikir, semua wanita memang menangis tanpa ada alasan. Syukurlah teka-teki itu terjawab oleh ensiklopedia kehidupan serta kekayaan pengalaman yang dialami selama berumah tangga. Sedikit demi sedikit mulai difahami, sebenarnya airmata wanita adalah AIRMATA KEHIDUPAN .
 Airmata kekuatan, untuk melahirkan bayi dari rahimnya. Airmata kehangatan bagi bayi dalam dakapan lembutnya. Airmata yang peka dan kasih untuk mencintai dan merawat semua anak dan keluarga, dalam kaadaan apapun, dan dalam situasi bagaimanapun. Walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa mengeluh. Padahal tak jarang orang-orang yang dicintai itu menyakiti perasaan dan melukai hatinya.
 Airmata ketabahan, atas kesedarhanaan hidup namun tak membuatnya terasing dalam pergaulan. Apalagi sampai mengurangi husnuzhannya terhadap Allah. Airmata ketegaran, saat rumah tangga melewati masa-masa pancaroba, atau hampir karam oleh badai cobaan. Seperti tangisan bahagia Khansa’ atas wafatnya suami dan tiga putera tercinta di medan jihad, syahid demi membela kekasih sejati: Muhammad SAW. Itulah airmata keperkasaan, pantang menyerah saat melalui masa-masa sulit. Kesusahan dan ujian itu membentuk kepribadian yang kuat dan teguh.
 Airmata kesucian, sebagaimana tangisan Aisyah ra ketika dituduh berselingkuh oleh kaum munafik. Sehingga menimbulkan percakapan negatif dikalangan umat Islam bahkan Rasul pun hampir terpengaruh. Tapi Allah maha tahu. Airmata kesucian itu dikukuhkan kebenarannya oleh al-Qur’an.
 Airmata yang bersumber dari mata air kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal-hal yang mengusik hati nurani. Tangisannya bukan karena kelemahan tapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki. Wanita berfikir dengan hati dan merasa dengan fikirannya.
 Subhanallah! Diusia pernikahan yang baru seumur jagung, ia telah melihat semua jenis airmata itu berkumpul pada isteri tercinta. Airmata yang menitis hinga membasahi hati. Sebagai gambaran atas ketawadhu’an, qonaah, dan istiqamahnya diri. Juga menumbuhkan ketulusan cinta yang luar biasa.
 Akhirnya ia berani menyatakan, “andai wanita tanpa airmata, maka dunia akan berduka cita.” Tiba-tiba si suami mula ingin belajar menangis.
 Sesungguhnya wanita dan airmata tidak dapat dipisahkan.. jangan sia-siakan airmata yang mengalir dengan hal yang tidak diberkati.. jagalah kesucian airmatamu.. sama-samalah kita renungi wahai teman...



0 komentar:

Poskan Komentar